pencarian

Mengenai Saya

Foto saya
orang yg biasa aja tapi merasa special "karna aku adalah aku"

Kamis, 19 Mei 2011

Rumus Kehancuran

Rabu, 11 Mei 2011 08:12 WIB
Oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail


Untuk kesejahteraan umat manusia, Allah menciptakan dua hukum di dunia, yaitu sunnah kauniyyah (hukum alam) dan sunnah tasyri'iyyah (hukum agama). Sunnah kauniyyah berlaku secara mutlak, absolut, dan universal seperti gravitasi bumi, hukum sebab akibat, dan sebagainya. Manusia harus meneliti dan memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk kesejahteraan hidup di dunia dan bekal akhirat. "Lihatlah apa-apa yang ada di langit dan bumi (QS Yunus 101). Pasang surut kemajuan peradaban suatu bangsa bergantung pada kadar penguasaan dan pendayagunaan hukum kauni dalam kehidupan ini.

Dari sini, kesalehan manusia dapat dipilah menjadi dua, yaitu kesalehan kauni dan kesalehan syar'i. Kesempurnaan peradaban dunia hanyalah bisa diraih dengan syariat Allah. Sebab, dia memadukan antara dua kasalehan, yaitu penguasaan hukum kauni dan pengaplikasian hukum Qurani di dunia ini secara integral. "Sesungguhnya bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh." (QS Al-Anbiya' 105).

Bila suatu bangsa tidak berpegang pada dua hukum tersebut, berarti menuju ke lembah kehancuran. Kehancuran suatu bangsa tidak terjadi secara mengagetkan, tapi melewati proses panjang. Faktor penghancur itu masuk dalam sendi-sendi masyarakat itu secara perlahan sehingga lambat laun akan menghabiskan semua unsur kekuatannya hingga akhirnya bangsa itu berada dalam jurang krisis multidimensi, lalu hancur total.

Kita mengenal dalam sejarah berbagai bangsa dengan peradabannya yang dihancurkan Allah. Kaum Nabi Nuh, kaum 'Ad, Tsamud, Firaun, dan lainnya merupakan bangsa-bangsa hebat yang pernah berperadaban tinggi, namun kemudian diluluhlantakkan karena kufur dan telah merasuk sel-sel kehidupan umat manusia.
Ketika umat Islam 'berubah' dan 'menyimpang' dari jalan ajarannya yang lurus, mulailah muncul perpecahan dan orang-orang terbaiknya pun dikuasai oleh para thaghut. Penyimpangan ini dimulai dari sistem pemerintahan. Sistem syura berubah menjadi sistem otoriter. Hubungan sosial horizontal antara individu yang bersendikan kebebasan umat pun hilang. Puncak penyelewengan ini adalah hancurnya hubungan manusia secara vertikal dengan Allah SWT. Keislaman mereka tinggal namanya saja, sedangkan perilakunya jauh dari nilai-nilai Islam dan menjurus kepada kehancuran individu dan sosial.

Ketiga faktor ini semakin menghilang. Faktor rohani untuk melestarikan hubungan dengan Allah lewat shalat dan ibadah semakin memudar, faktor kepemimpinan dengan sistem syura telah ditepiskan dari kehidupan, dan faktor solidaritas umat yang tecermin dalam sistem ekonomi Islam semakin menghilang maka akan terjerembaplah ke dalam kemunduran.

Jadi, rumus kehancuran adalah kehancuran spiritualisme + otoriterisme + kemiskinan = kehancuran umat. Bila tiga faktor di atas yang notabene menjadi keistimewaan peradaban Islam telah lenyap, akan tumbanglah umat ini menuju kehancuran. Rumus tersebut tersirat dalam sebuah hadis Rasulullah SAW. "Simpul-simpul Islam akan lepas terurai satu per satu. Simpul pertama yang terurai adalah sistem pemerintahan dan simpul yang terakhir adalah shalat." (HR Imam Ahmad dalam kitab Musnad Juz IV hlm 232). Wallahu a'lam.

Enam Sikap Merusak Kepribadian

Sabtu, 14 Mei 2011 11:51 WIB

Oleh Drs Mukhlis Denros

Manusia memiliki kepribadian positif dan negatif yang tercermin pada tingkah laku dalam setiap sepak terjang kehidupan sehari-hari. Sikap positif tampak dalam tindakan patuh, mencari kebenaran, introsfeksi diri, bekerja, mengadakan lapangan kehidupan.
Sedangkan sikap negatif  terlihat pada pembangkangan, cendrung kepada perbuatan maksiat, malas bekerja serta membuat kerusakan baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Nabi Muhammad  Saw bersabda dalam hadis yang datang dari Adi bin Hatim yang diriwayatkan oleh Addailami, ”Ada enam hal yang menyebabkan amal kebajikan menjadi sia-sia [tidak berpahala] yaitu sibuk mengurus aib orang lain, keras hati, terlalu cinta kepada dunia, kurang rasa malu, panjang angan-angan dan zalim yang terus menerus di dalam kezalimannya.”



Sibuk meneliti aib orang lain

Dia lebih suka mencari dan menyebarkan keburukan yang terdapat pada orang lain lalu membesar-besarkannya, sementara aib sendiri tidak pernah diperiksa sesuai dengan pepatah lama, ”Kuman di seberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tidak nampak”.

Sebuah riwayat mengisahkan seorang khalifah memperhatikan rakyatnya di tengah malam, lalu dia menemukan dalam sebuah rumah seorang lelaki dan wanita serta minuman khamar yang dihidangkan, dia masuk ke rumah itu dengan memanjat dinding sambil membentak,dan terjadilah dialok.

Khalifah: Hai musuh Allah, apa kau kira Allah akan menutupi kesalahan ini ?

Lelaki: Tuan sendiri jangan tergesa-gesa, juga tuan telah melakukan kesalahan.

Khalifah: Kesalahan apa yang saya perbuat ?

Lelaki: Kesalahan saya hanya satu yaitu apa yang Khalifah lihat sekarang, sedangkan tuan telah melakukan tiga kesalahan yaitu; memata-matai keburukan orang lain, padahal Allah melarang perbuatan itu, masuk rumah orang dengan memanjat dinding, bukankah ada pintu yang harus dilalui dan masuk rumah tanpa izin tuan rumah.

Keras hati

Artinya tidak mau menerima pengajaran yang baik, nasehat yang mengandung maslahat ditolaknya. Tidak suka segala kesalahannya dikritik apalagi dihukumi, dialah yang paling benar, disamping itu hatinya tidak tersentuh oleh penderitaan dan kesedihan orang lain.

Di masa Rasulullah SAW, terdapat suatu kejadian yang membuat semua sahabat bersedih karena matinya salah seorang anggota keluarga dari mereka, bahkan Nabi Saw pun meneteskan air matanya, sahabat-sahabat disekitarnyapun berlinang air matanya, tapi seorang sahabat nampak biasa-biasa saja, sedikitpun dia tidak tersentuh melihat kejadian itu. Lalu dia bertanya kepada Nabi Saw, maka Rasulullah menjawab, ”Itu tandanya hati yang keras”.

Orang yang keras hati cendrung egois, sombong, takabur dan tidak mau menerima kebenaran, karena hatinya telah beku dan tidak terbuka untuk menerima pengajaran yang benar.

Terlalu cinta kepada dunia


Kehidupan dunia hanya  sementara sebagai musafir yang berada dalam perjalanan lalu istirahat pada sebuah tempat. Namun tidak sedikit manusia yang beranggapan tempat istirahat sejenak itulah tujuan sehingga lupa akan tujuan semula.

Diprediksi oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa nanti pada suatu masa ummat Islam aan dikeroyok oleh ummat lain sebagaimana mereka menghadapi makanan di atas meja, padahal jumlahnya mayoritas tapi kekuatannya ibarat buih di atas lautan, mudah hancur. Saat itu ummat dihinggapi penyakit yang bernama ”Wahn” yaitu suatu bakteri yang meracuni ummat ini sehingga mereka terlalu cinta kepada dunia dan takut akan kematian.

 Sedikit rasa malu

Orang yang memiliki sifat ini tidak malu-malu berbuat apapun menurut kemauannya, dosa dan maksiat suatu perbuatan sehari-hari, sedangkan benar dan salah bukan suatu ukuran.

Bila malu habis, maka akan berbuat seenaknya dan beranggapan diri lebih suci dari orang lain. Menurut Abu Hasan Al Mawardi, malu ada tiga macamnya yaitu;

1. malu kepada Allah
2. malu kepada manusia
3. malu kepada diri sendiri.
 

Panjang angan-angan


Sifat ini menunjukkan kekerdilan manusia, kemauannya lebih tinggi, tidak sesuai dengan kemampuan, dia suka berandai-andai. Ungkapannhya berbunyi, ”Seandainya, andai kata, apabila”. Ia hanya menghabiskan waktunya untuk berangan-angan dan berkhayal yang macam-macam, tapi sama sekali ia tidak berbuat sesuatu. Dia beranggapan bahwa mengkhayal itu benar,  khayalan itu enak dan gratis. Orang yang seperti ini ibarat, ”Pungguk merindukan bulan”, atau ”Katak ingin jadi kerbau”.

Perbuatan dzalim yang terus menerus


Watak manusia karena kuat dan kuasa dia melakukan eksploitasi bangsa lain, memeras bawahan dan menindas yang lemah, bila ini dilakukan tidak henti-hentinya, maka akibatnya orangpun terus menerus menanggung dari kezhalimannya. Ahli Hikmat  membagi kezhaliman menjadi tiga yaitu ; zhalim kepada Allah dengan Al Fathir ayat 32: "Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar."

Enam sifat inilah yang dapat menghancurkan nilai-nilai ibadah, dia ibarat air di daun keladi, amal yang dilakukan berpahala banyak tapi tertumpah tanpa meninggalkan bekas, bila enam sifat tercela ini terdapat dalam pribadi seseorang, waspadalah atas peringatan Rasulullah Saw tadi.


Penulis adalah Ketua Garda Anak Nagari Sumatera Barat dan Ketua Pembina Yayasan Selasih Solok

Jumat, 22 April 2011

nonton TV di internet?

hey,,
bagi kalian yang suka ngenet trus ada temen yang nyuruh "cepet nonton TV, ada aku di TV" kalian ga usah pindah dari komputer ke TV kalian tinggal buka aja situs ini tv online di jamin deh km ga usah ribet-ribet  migrasi dari komputer ke TV, chanelnya juga ga cuma di indonesia, arab dan eropa juga ada,,
lebih canggih dari televisi di rumah deh, yakin,,
coba aja ok!!

selamat mencoba dan selamat menikmati,,

yang mau kenalan

yah ketemu lagi dengan saya di blogger yang amat sederhana ini,,
buat para fans ilman (PD banget) yang mau kenalan ma ilman, silahkan sekali. saya dengan cuma-cuma ngasih tau akun Facebook saya. kalau mau jadi temen tinggal klik aja ini : propile ilman
apa? kalian minta foto-foto saya? silahkan, saya kasih deh buat kalian, ni :












silahkan dipilih aja,,
hehehe, janagn lupa ok! perkenalkan dirimu..

Selasa, 29 Maret 2011

texs pidato bahasa arab


                                        طَلَبُ اْلعِلْمِ
اَلْحَمْدُ لله الَّذى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلََّمَ الاِنْسَانَ مَا لمَ ْيَعْلَم. اَشْهَدُ اَنْ لا اِلَهَ اِلا الله اَلَّذِى فَضَّلَ بَنِى اَدَمَ بِالْعِلْمِ وَالْعَمَلِ عَلَى جَمِيْعِ الْعَالمَِ. وَاَشْهَدُ اَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولَهُ سَيِّدُ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ الَّلهُمّ صَلِّ عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ يَنَابِيْعِ الْعُلُومِ وَلحِْكَمِ. وَسَلّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ,
يَا اَيُّهَا الحَا ضِرُونَ فِى هَذِهِ الوَقَت اِنشَا الله سَؤُبَينُ قَلِيلاً. اَقُومُ هُنَا اُرِيدُا بَينَ بَينَكُم اَلخِطَابَه "طَلَبُ العِلمِ"
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِ يْضَةٌ فَرَّ ضَهَا الله عَلَى كُلِّ مُكَلََّفٍ ذَكَرٍ وَاُنْثَى لِيَكُوْنَ كُلٌّ مِنْهُمَا فِى الْمُسْتَقْبَلِ عَلَى بَصِيْرَ ةٍ فِيْمَا اَمَرَ الله تَعَا لَى بِهِ وَ نَهَى عَنْهُ وَ اَنَّهُ اَسَاسُ  الأَ عْمَالُ وَاَزْكاَهاَ.وَالْعِلْمُ اَجْمَلُ حِلْيَةٍ يَتَحَلَّ بِهاَ العاَلِمُ وَ هُوَ اَكبَرُ مَعْناً يَرْتَفِعُ بِهِ اَلْمُنْحِطُّ فىِ كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ كَقَوْلِهِ تَعاَ لىَ "يَرْ فَعِ الله الَّذِينَ آمَنُواِ مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوْتُوْ الْعِلمِ دَرَجاَتٍ".
عَنْ مُعَاذْ بِن جَبَل رَضِيَ الله عَنهُ قَالَ تَعَلَّمُوا العِلمَ فَاِنَّ تَعَلُّمَهُ حَسَنَةٌ وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ وَمُذَاكَرِتَهُ تَسبِيحٌ وَالبَحْثَ عَنهُ جِهَادٌ وَبَذلَهُ قُربَةٌ وَتَعْلِيْمَهُ لِمَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ.
وَقَلَ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ الله عَنْهُ خُضُوْرُ مَجْلِسِ عَالِمٍ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ أَلْفِ رَكْعَةٍ وَعِيَادَةِ أَلْفِ مَرِيْضٍ وَشُهُوْدِ أَلْفِ جَنَازَةٍ. وَلْأَهَمَتِهِ فَلنُعَوِّدْ أَنْفُسَنَا لِطَلَبِ الْعِلْمِ طِوَالَ الْعُمْرِ فَأِ نَّهُ لَا حَدَّ طَالَمَا قَدَرْنَا عَلَى طَلَبِهِ وِفْقًا لِقَوْلِهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ أِلَى اللَّحْدِ".
أَيُّهَا الحاََضِروْنَ فىِ البُهْجَتِ وَالسُّرُوْرِ....
وَ يَجِبُ عَلَى ألأَباَءِ تَرْبِيَةُ اْلأَ بناَءِ وَالبَنَاتِ وَأِدْخاَلُهُمْ فىِ المَدَارِسِ وَالمَعَا هِدِ لِيَبْتَغُوْا تَربِيَّلةً نَاِفعَةًلِلدِّينْ وَالدُّنياَ والآخِرَةِ لِذَالِكَ قاَلَ النَّبِيُّ "أَكْرِمُوْا أَوْلاَدَكُمْ وَأَحْسِنُوا آدَابَهُمْ".
وَمِنَ الْخَطاَياَ العَامَّةِ أَنَّ الأَبَاءَ يَجْتَهِدُوْنَ فىِ جَمْعِ المَالِ وَيُهْمِلُونَ تَرْبِيَّةَ أَوْلاَدِهِمْ فِى مَصاَلِحِ اْلأَعْمَالِ حَتَّى صَارُوْاِ مِنَ الجُهَّالِ فَيَكُونَ أَوْزَارَ أَعْماَلِهِمْ عَلَيهِمْ لِذَلِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ"نِعْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّا لِحِ"يَعْنِى أَنَّ المَالَ تَصَرَّفَهُ صَاحِبُهُ لِزَادِ أَبْنَا ئِهِ كَانُوا مُتَعَلِّمِيْنَ فِى الْمَدَارِسِ أَوِ الْمَعَاهِدِ حَتَّى صَارُوا عَالِمِيْنَ وَصَالِحِيْنَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ دَأِمًا أَ بَآئَعُمْ عِنْدَ حَيَاتِهِمْ وَمَمَاتِهِمْ.
يُمْكِنُ هَذَا مِنِّي أَقُوْلُ هَذَا وَ أَسْتَغْفِرُوُاللهَ لِوَلَكُمْ...
السَّلامُ عَلَيكُمْ وَرَحمَةالله وَبَرَكَا تُه .. 

by : riyadh

Minggu, 13 Maret 2011

pidato

“Santri ideal”

Assalamu’alaikum wr.Wb.

      Bismillahirrohman nirrohim,
      Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat illahi robbi, yang mana telah memberikan kita nikmat terutama nikmat iman dan nikmat islam, sholawat serta salam marilahkita curahkan kepada nabi akhir jaman ya’ni nabi muammad SAW, yang telah membawa agama islam dari jaman kebodohan menuju jaman yang penuh dengan hal-hal yang modern ini.

Kawan kawan ku..
      Ketahuilah, kita sebagai santri di madrasah tsanawiyyah ini harus tau bagaimana seharusnya santri yang ideal itu, dan insya allah saya akan membahas bagaimana seharusnya santri yang ideal itu.

      Kita mungkin sudah sering sekali melaksanakan upacara yang di namakan upacara bai’at.Di dalam upacara ini kita sering membacakan 15 janji yang harus kita patuhi dan kita amalkan, seandainya 15 janji dalam upacara yang sering kita lakukan ini selalu kita amalkan insya allah, kita bisa jadi santri yang ideal.

      Saya akan coba bahas satu persatu janji dalam teks bai’at :
1.  Aku berjanji kepada guruku
       Dalam poin yang pertama ini, mungkin sudah ga usah di bahas lagi karna kita juga sudah tau dalam bai’at ini kita berjanji kepada guru dan sekaligus kita berjanji kepada allah.

2.  Aku akan ta’at kepada guruku
     Di poin yang kedua, kita di haruskan untuk menta’ati seseorang yang memberikan ilmu, yaitu guru. Santri yang ideal akan selalu menta’ati apa yang selalu guru perintahkan, mengerjakan tugas, memperhatikan denagn baik ketika belajar, selalu bertanya saat tidak mengerti, dan memberi salam ketika bertemu dengan guru.
       Ketika poin yang ke dua ini dapat di amalkan dengan baik saya yakin pasti guru atau yang sering kita sebut dengan asatidz akan senang mengajar anak yang mempunyai akhlak sebagai santri yang ideal, apalagi santri itu ganteng/cantik, (wess ke ge eran) guru akan jadi semakain betah deh ngajar kita.

3.  Aku akan menghormati guruku
       Dan poin yang ketiga ini mengharuskan kita untuk menghormati guru yang telah memberikan kita ilmu, di jaman sekarang ini banyak santri yang sudah berani tidak menghormati kepada guru, sampai-sampai ada kasus guru mengeluarkan air mata karna akhlak santri yang bobrok.
       Selain dengan cara sopan kepada guru cara menghormati guru juga dengan mengerjakan tugas-tugas, nah dengan mengerjakan tugas ini kita sudah menghormati guru yang memberikan ilmu kepada kita, artinya yang ga ngerjain tugas tidak menghormati gurunya.
       Salah seorang ustadz berkata dalam tausiah bai’at santri yang ga hormat kepada gurunya maka ilmu yang di ajarkan kepada santri itu ga akan jadi manfa’at” itulah yang di katakannya, serem juga tuh,,

4.  Aku akan berbuat baik kepada kedua orang tuaku
     Kita harus ingat dengan poin yang satu ini, berbuat baik kepada orang tua, kita di anjurkan tidak hanya berbuat baik saja tapi juga mematuhi, mentaati, menghormati, pokoknya yang baik baik deh buat orang tuamah.
       Di sekolah aja kita harus berbuat baik kepada orang tua, biasanya santri yang suka berbuat baik kepada orang tuanya akan selalu baik kepada guru dan teman-temannya (buktiin aja), orang tua adalah dua sosok yang sangat kita sayangi, “btull?”, mereka lah yang mengasuh kita sejak kita lahir ke dunia ini, maka kita harus berbuat baik kepada orangtua kita, sebagai tanda balasn kebaikan orang tua kita.Siap untuk berbuat baik kepada orang tua my friends?

5.  Aku akan bersungguh-sungguh dengan ikhlas
       Nah, poin ini nih yang susah untuk kita amalkan, terutama ketika kita lagi asyik maen atau ngobrol atau santai atau apalah, ada yang minta bantuan kepada kita, ukhh, terasa berat badan ini ketika kita ingin membantu.
       Akhlak yang seperti tadi itu harus kita buang jauh-jauh, agar kita jadi santri yang ideal, kita harus mengerjakan semua hal dengan ikhlas, agar sebuah pekerjaan itu terasa mudah, dan jangan lupa juga untuk bersungguh sungguh, tanpa itu semua pekerjaan yang kita lakukan akan sia-sia, tidak akan menjadi hasil yang maksimal, kita akan kecewa kalau hasil yang kita kerjakan itu jelek karna ulah kita yang tidak sunguh-sungguh.

6.  Aku tidak akan pernah berbohong
     Waduh,apalagi poin yang ini, berat banget coy, saya jamin pasti santri yang ada pada abad ini, pernah melakukan apa yang namanya bohong, maka kita sebagai umat musim harus saling mengingatkan agar tidak berbohong, dan juga harus ada niat dalam diri kita untuk tidak berbohong lagi. Ok brad?

7.  Aku tidak akan pernah berkelahi
     Alhamdulillah, poin yang ini sudah bisa di cegah meskipun masih ada saja santri yang berkelahi, senernya kalau kita bisa menahan emosi untuk tidak berkelahi, maka kita dapat merasakan betapa nikmatnya hidup dalam lingkungan islam, damai, tentram, pokoknya enak deh, inget “laa taghdob”.
       Biasanya perkelahian datang dari amarah, hawanafsu, dan keinginan kita untuk berkelahi, maka cara yang efektif untuk itu adalah : ketika kita marah kita langsung ambil air untuk wudhu, karna dengan wudhu hati kita insya allah jadi tenang.

8.  Aku tidak akan menghina orang lain
     Poin ini sudaha da dari jaman fir’aun naik becasampai SBY naik onta. Tau ga? Salah satu penyebab perkelahian adlah saling menghina, makanya kita jangan menghina, dunia islam akan lebih jauh terasa indah apabila kita tidak saling menghina.
       Poin inilah (menurut saya) yang menjadi pondasi santri ideal, kenapa? Karna ketika kita tidah menghina atau dengan menjaga perkataan kita, insya allah semua orang akan suka dengan akhlak kita ini, hanya dari perkataan kita bisa tau pribadi seseorang, iya ga?

9.  Aku akan sholat setiap waktu
     Kalau yang ini sudah jelas, kita emang udah di wajibkan untuk sholat setiap waktu, ini bukan peraturan sekolah coy, ini peraturan dari allah. Jadi kenapa harus di bahas lagi? Kita juga belajar di sekolah kalau sholat itu wajib, dan yang meninggalkan sholat, maka konsekuensinya adalah dengan allah langsung.

10. Aku akan membaca al-qur’an setiap hari
       Kalau yang ini mungkin termasuk kategori yang susah juga, kenapa? Karna biasanya kalangan kita ya’ni kalangan remaja males untuk membuka al-qur’an yang menjadi pedoman hidup umat islam, kita lebih asyik baca komik, majlah dal lainnya.
       Padahal, dengan membaca qur’an hati kita akan tenang, keimanan dan ketakwaan akan bertambah, dapet pahala lagi. Enak kan baca al-qur’an? Kenapa engga kita baca al-qur’an?

11. Aku tidak akan pernah merokok
     Huhuy,, poin ini biasanya di langgar oleh kalangan putra, biasanya  santri yang merokok hanya ingin merasa dirinya jago, padahal dia itu lemah, kenapa? Karna ketika santri itu merokok, konsekuensinya dalah paru-paru rusak.
       Udah tau bahaya masih aja di hisep! Kalau emang kamu mau jadi santri yang ideal maka tinggalkan tuh yang namanya rokok, oke brow?

12. Aku akan meninggalkan kejelekan-kejelekan baik yang tampak ataupun tersembunyi
     Kalau poin yang ini, sangat cocok banget dengan kehidupan santri masa kini, banyak santri yang melakukan kejelekan-kejelekan, ada yang melakukannya dengan terlihat dan banyak juga melakukannya dengan tersembunyi.
       Nah kita bahas yang tersembunyi aja dulu, karna kalau yang terlihat pasti kita bisa tegur atau kita cegah, kalau yang tersembunyi? Wess bahaya banget tuh, makanya, kalu mau jadi santri yang ideal harus inget “allah maha melihat” jadi ketika ada di mana saja termasuk di wc sekalaipun akan kelihatan, dengan mengingat bahwa allah maha melihat kita bakal jadi takut dan pasti jadi malu kalau kita tau allah melihat kelakuan kita itu, apalagi kan kita udah mau jadi santri yang ideal. Malu sama status gitu,,

13. Aku tidak akan pernah memperlihatkan perhiasan kecuali yang tampak
     Nah biasanya ini berkaitan dengan santri putri, soalnya yang biasa pake perhiasan apalagi berlebihan itu putri, kalau ada santri putra pake perhiasan kaya gelang, kalung, cincin, bahkan anting, kita golongkan aja mereka itu sama bencie,,oke kembali ke jalan yang lurus.
       Allah tidak menyukai orang yang suka berlebih-lebihan, maka dari itu cukup kali dengan modal wajah yang cantik juga, ga usah ada tambahan yang lain yang bikin kita berat buat bawanya, ribet banget kan kalau kita mesti bawa kalung 50kg, gelang 35kg, cincin 20kg, anting 25kg? huh ribet banget deh, so’ jangan pake perhiasan berlebihan ok!

14. Tidak ada suatu kumpulan yang bertiga kecuali allah lah yang ke empat, dan tidak ada satu kumpulan yang berlima kecuali allah lah yang ke enam
     Biasanya kalangan santri remaja slalu membuat kelompok atau bahasa lainnya nge-gank, yang dimana santri-santri ini yang terdiri dari 2 orang atau lebih slalu bermain bersama, mereka sebut sih best friends, tapi kita sebagai santri ideal harus tau dong gimana seharusnya ketika kita berkumpul, kita harus memasukan allah dalam kumpulan kita itu.
       Kebanyakan santri ketika berkumpul dengan teman-teman yang lain itu, tidak ingat akan adanya allah di sisi mereka, mereka lupa akan agama, mereka berkumpul hanya untuk kesenangan dunia, berfoya-foya, tidak ingat waktu, dan lainnya. Masya allah, smoga kita ga kaya gitu, so’ inget aja ketika kita berkumpul masukan allah sebagai salah satunya agar kita slalu ada dalam perlindungannya. Amien,,

15. Dan tidak ada satu kumpulan yg sedikit ataupun banyak dari hal itu, kecuali allah bersama-sama dimanapun mereka berada
     Poin yang terakhir ini lanjutan dari poin yang ke-14 jadi sama aja deh, pokoknya saya ngingetin sekali lagi, masukan allah sebagai salah satu dari kita ketika kita berkumpul OK!!

      Alhamdulillah ke-15 poin bai’atyang sering kitabaca ini sudah saya bahas, semoga kita bisa menjadi santri yang ideal, yang dapat di percaya, di sayang, di sukai oleh guru-guru yang ada di sekolah, dan juga semoga dengan ini akhlak santri semua bisa berubah, ingat ya “kita adalah santri” dan kita ingin menjadi “santri yang ideal” dengan menjadi santri yang ideal insya allah kita bisa merasakan bagai mana indahnya hidup dalam lingkingan islam.
     
      Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, apabila ada kekurangan datang dari saya dan kelebihan hanya milik allah, wabillahi taufik wal hidayah.
      Wassalamu’alaikum wr.wb









-ilman syahid al-kautsar-
-IX.3-

Kamis, 10 Maret 2011

lirik lagu Secondhand Serenade: Fall For You

the best thing about tonight's that we're not fighting 
could it be that we have been this way before 
i know you don't think that i am trying 
i know you're wearing thin down to the core 

but hold your breath 
because tonight will be the night that i will fall for you 
over again 
don't make me change my mind 
or i wont live to see another day 
i swear it's true 
because a girl like you is impossible to find 
you're impossible to find 

This is not what I intended
I always swore to you I’d never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed
But I have loved you from the start
Oh

But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
It’s impossible

So breathe in so deep
Breathe me in
I’m yours to keep
And hold onto your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
Tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find